Implementasi Model Inquiry Learning dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas IX MTs Al-Falah Pancordao Lombok Tengah NTB
DOI:
https://doi.org/10.62759/jser.v1i1.8Kata Kunci:
Hasil Belajar Biologi, Inquiry Learning ModelAbstrak
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar Biologi melalui implementasi inquiry learning model siswa kelas IX MTs Al-Falah Pancordao Lombok Tengah. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus melalui 4 prosedur, yaitu: (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil belajar Biologi dianalisis secara kuantitatif dengan memberikan nilai pada hasil belajar siswa. Data-data tersebut dianalisis mulai dari siklus satu dan siklus dua untuk dibandingkan dengan teknik deskriptif presentase. Hasil perhitungan dikonsultasikan dengan tabel kriteria deskriptif prosentase, yang dikelompokkan dalam 5 kategori, yaitu amat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Hasil observasi dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimat, dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Kesimpulan menunjukkan bahwa dengan implementasi inquiry learning model terbukti dapat meningkatkan hasil belajar Biologi materi hukum pewarisan sifat Mendel pada siswa kelas IX MTs Al-Falah Pancordao. Hal tersebut ditandai dari ketercapaian indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas dan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar Biologi dari siklus I sebesar 67,90 dan 81,33 pada siklus II. Sedangkan untuk pencapaian ketuntasan belajar klasikal, siklus I sebesar 67,65% dan siklus II sebesar 90%. Aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran juga terlihat semakin meningkat dari rata-rata sedang menjadi baik bahkan amat baik. Demikian juga aktifitas guru semakin meningkat yakni mampu mengelola proses pembelajaran Biologi lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Unduhan
Referensi
Aqib, Z. (2006). Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru. Bandung: Yrama Widya.
BSNP. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. , (2016).
Depdiknas. (2002). Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kelas di SD, SDLB, SLB Tingkat Dasar, dan MI. Jakarta: Depdiknas.
Fatmawati, S. (2013). Perumusan Tujuan Pembelajaran Dan Soal Kognitif Berorientasi Pada Revisi Taksonomi Bloom Dalam Pembelajaran Fisika. Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika, 1(2), 1–16.
Gunawan, I., & Palupi, A. R. (2016). Revisi Taksonomi Bloom Ranah Kognitif: Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran, Dan Asesmen. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 2(2), 98–117. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2007.02.007
Hariyanto, E., & Mustafa, P. S. (2020). Pengajaran Remedial dalam Pendidikan Jasmani (Mashud, ed.). Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.
Mustafa, P. S. (2021). Problematika Rancangan Penilaian Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan dalam Kurikulum 2013 pada Kelas XI SMA. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(1), 184–195. https://doi.org/https://doi.org/10.33487/edumaspul.v5i1.947
Mustafa, P. S., Gusdiyanto, H., Victoria, A., Masgumelar, N. K., Lestariningsih, N. D., Maslacha, H., … Romadhana, S. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Tindakan Kelas dalam Pendidikan Olahraga. Malang: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang.
Mustafa, P. S., & Masgumelar, N. K. (2022). Kajian Review: Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Biormatika: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 8(1), 31–49.
Sudjana. (2002). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alphabeta.
Suriadiata, I., Syamsussabri, M., & Nurmaningsih. (2022). Pengembangan Modul Pendidikan Pancasila berbasis Problem Based Learning Terintegrasi Nilai Antikorupsi. 5(1), 47–54.
Syamsussabri, M. (2013). Konsep Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik. Jurnal Perkembangan Peserta Didik, 1(1).
Syamsussabri, M. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Hasil Belajar IPA Biologi Siswa Kelas VIII SMPN 13 Mataram Tahun Ajaran 2016/2017. Skripsi. Universitas Mataram.
Syamsussabri, M., & Sueb, S. (2018). Need Analysis of Materials and Media Biology Teaching for High School Students Around the Location of People Gold Mining. International Conference on Mathematics and Science Education (ICoMSE), 175–180.
Syamsussabri, M., Sueb, S., & Suhadi, S. (2019). Kelayakan Modul Pencemaran Lingkungan Berbasis Environmental Worldview dan Environmental Attitudes. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 4(9), 1207–1212. https://doi.org/10.17977/jptpp.v4i9.12709.
Syamsussabri, M., Suhadi, & Sueb. (2019). The Effect of Environmental Pollution Module on Environmental Worldview in Senior High School. Journal of Physics: Conference Series, 1417(1), 012076. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1417/1/012076.
Victoria, A., Mustafa, P. S., & Ardiyanto, D. (2021). Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga berbasis Blended Learning di Sekolah Menengah Pertama. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(2), 170–183. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.4659619.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Journal of Science and Education Research

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.












